JAKARTA, 24 Juni 2025 — Di tengah gempuran konten digital yang kian beragam, tren menggembirakan muncul dari kalangan remaja Indonesia. Minat baca di kelompok usia sekolah menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam memanfaatkan buku sebagai sarana hiburan, pengembangan diri, dan pelepas stres.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya remaja yang aktif membaca buku fiksi, novel motivasi, hingga literatur pengembangan diri. Tak hanya membaca, mereka juga mulai mengekspresikan kecintaan terhadap buku melalui ulasan di blog pribadi, media sosial, bahkan kanal video seperti YouTube dan TikTok.
“Dulu saya baca karena tugas sekolah, sekarang saya baca karena memang suka. Rasanya tenang, seru, dan bisa belajar banyak hal dari cerita orang lain,” ujar Alika (16), siswi SMA di Jakarta yang aktif di komunitas baca daring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren ini turut didukung oleh munculnya konten kreator literasi yang rutin membagikan rekomendasi buku, ulasan jujur, hingga kutipan inspiratif dari buku-buku yang mereka baca. Para guru dan teman sebaya pun menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya literasi ini, dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kebiasaan membaca secara alami.
Komunitas baca digital juga tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir. Grup diskusi buku di media sosial, tantangan membaca tahunan, serta klub literasi online menjadi wadah produktif bagi remaja untuk berbagi minat yang sama.
“Ini tren positif yang patut diapresiasi. Buku kembali menjadi pilihan di tengah era digital, bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai kebutuhan dan kesenangan,” kata Rina Astuti, seorang guru Bahasa Indonesia di Surabaya.
Peningkatan minat baca ini berlangsung di berbagai tempat, mulai dari rumah, sekolah, perpustakaan, hingga ruang-ruang digital. Di pertengahan tahun 2025, geliat literasi remaja semakin terasa seiring tumbuhnya komunitas-komunitas literasi digital yang ramah, interaktif, dan relevan dengan dunia remaja.
Fenomena ini memberikan harapan baru bagi masa depan literasi Indonesia. Ketika membaca bukan lagi sekadar tugas sekolah, tapi menjadi gaya hidup yang disukai, maka masa depan generasi muda pun menjadi lebih cerah dan berdaya saing.
Penulis : ulan
Sumber Berita : jakarta











