SOLO, 24 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia di kancah internasional. Ananda Rafif Pratama, bocah berusia 10 tahun asal Surakarta (Solo), berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi International Mathematics Olympiad (IMO) ke-65 yang diselenggarakan di Singapura pekan lalu.
Rafif berhasil mengungguli ratusan peserta dari puluhan negara dalam kompetisi matematika internasional tersebut. Dengan kecerdasan, ketekunan, dan persiapan matang, ia mampu menyelesaikan soal-soal kompleks dalam waktu terbatas, dan dinilai layak untuk mendapatkan medali tertinggi di ajang ini.
Keberhasilan Rafif tidak lepas dari dukungan penuh orang tua, Bapak dan Ibu Budi Santoso, yang sejak awal menyadari bakat istimewa sang anak. Selain itu, para guru di sekolah dan pelatih olimpiade turut memberikan bimbingan intensif yang membuat Rafif semakin terasah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak kecil Rafif memang suka berhitung dan memecahkan teka-teki logika. Kami hanya berusaha terus mendampingi dan memberikan ruang untuk dia berkembang,” ungkap Budi Santoso, ayah Rafif, dengan haru.
Sebelum berlaga di tingkat internasional, Rafif terlebih dahulu mengikuti seleksi ketat di tingkat daerah hingga nasional. Setelah terpilih mewakili Indonesia, Rafif berangkat ke Singapura dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menghadapi soal-soal bertaraf olimpiade internasional.
Keberhasilan Rafif disambut dengan antusias oleh masyarakat. Berita tentang bocah jenius asal Solo ini cepat menyebar di media sosial dan berbagai platform berita, memantik rasa bangga dari berbagai kalangan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian Rafif. “Prestasi Rafif menjadi inspirasi dan bukti bahwa potensi anak Indonesia luar biasa besar jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat,” ujar perwakilan dari Kemendikbudristek.
Kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah Rafif, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi pendidikan dan pengembangan talenta muda Indonesia di bidang sains dan matematika. Semangat Rafif membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia.
Penulis : SC
Sumber Berita : solo











