Indonesia – Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, semakin menunjukkan tren baru dalam memaknai arti kebahagiaan. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung mengejar stabilitas finansial, jabatan, serta pencapaian material, Gen Z justru menempatkan kebahagiaan sebagai prioritas nomor satu dalam hidup mereka.
Fenomena ini terlihat hampir di seluruh Indonesia, terutama di kalangan anak muda yang kini mulai memasuki dunia perkuliahan, dunia kerja, hingga fase membangun kehidupan mandiri. Mereka menjalani gaya hidup baru yang lebih fleksibel dan tidak ingin terikat pada hal-hal yang dianggap membebani.
1. Slow Living jadi Tren Utama
Menurut pengamatan berbagai komunitas dan psikolog, Gen Z banyak memilih gaya hidup slow living — sebuah pola hidup yang lebih santai, tanpa tekanan berlebihan, serta fokus pada kualitas hidup. Gaya hidup ini menjadi cara utama mereka dalam mencapai kebahagiaan jangka panjang.
Slow living tidak hanya sekadar hidup pelan, tetapi juga berarti lebih selektif dalam memilih aktivitas, pekerjaan, hingga lingkungan pertemanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Kesehatan Mental Diutamakan
Salah satu alasan mengapa Gen Z mengutamakan kebahagiaan adalah karena mereka lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental dan fisik.
Banyak dari mereka memprioritaskan:
a. Tidur yang cukup
b. Olahraga rutin
c. Makanan bergizi
d. Menghindari toxic relationship
e. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi
Mereka menilai bahwa hidup bahagia tidak bisa dibangun jika kesehatan mental terabaikan. Oleh karena itu, Gen Z cenderung mencari pekerjaan yang tidak sekadar memberikan gaji besar, tetapi juga fleksibilitas dan ruang untuk berkembang.
3. Tidak Ingin Terikat, Lebih Ingin Bebas dan Fleksibel
Dalam survei informal terhadap sejumlah pemuda, banyak dari mereka menyatakan bahwa keterikatan—baik dalam pekerjaan yang terlalu menekan, hubungan yang tidak sehat, atau lingkungan negatif—adalah hal yang ingin mereka hindari.
Generasi ini lebih memilih kebebasan berekspresi, fleksibilitas waktu, dan ruang untuk mengembangkan diri.
Menariknya, tren ini bukan sekadar fase sesaat. Gen Z menjalani gaya hidup bahagia ini sepanjang hidup mereka, dan menjadikannya fondasi dalam mengambil keputusan besar, termasuk dalam karier, hubungan sosial, maupun gaya hidup sehari-hari.
Gaya hidup bahagia ala Gen Z menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia tengah mengalami perubahan cara pandang terhadap hidup. Dengan mengutamakan kebebasan, kesehatan mental, dan slow living, mereka menciptakan standar baru tentang arti kebahagiaan.
Fenomena ini diprediksi akan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.











