JAKARTA, 21 Juni 2025 — Nama Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai Presiden ketiga Republik Indonesia, Habibie memainkan peran sentral dalam masa transisi yang menentukan arah demokrasi Tanah Air, tepat setelah berakhirnya era Orde Baru.
Habibie resmi menjabat sebagai Presiden pada 21 Mei 1998, menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri di tengah tekanan krisis moneter dan gelombang tuntutan reformasi. Saat itu, Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden, dan sesuai dengan konstitusi, ia otomatis naik menggantikan posisi kepala negara.
Masa jabatan Habibie terbilang singkat—hanya 17 bulan hingga 20 Oktober 1999—namun dipenuhi dengan langkah-langkah strategis yang membawa perubahan besar. Ia membuka keran kebebasan pers, membebaskan tahanan politik, mereformasi sistem kepartaian, dan mengizinkan Timor Timur melakukan referendum yang kemudian berujung pada kemerdekaan wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan-kebijakan ini, meskipun kontroversial di kalangan elite politik saat itu, diapresiasi luas oleh masyarakat sebagai wujud nyata dari semangat reformasi yang telah lama dituntut. Habibie dikenal sebagai sosok intelektual yang memadukan keilmuan, nasionalisme, dan ketegasan dalam pengambilan keputusan di tengah situasi politik dan ekonomi yang genting.
Sejumlah tokoh politik nasional dan pejabat pemerintahan turut menjadi saksi peran penting Habibie dalam menjaga stabilitas negara di masa penuh ketidakpastian tersebut. Kepemimpinannya tidak hanya dikenang dari sisi politik, tetapi juga dari sisi moral, sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan demi masa depan bangsa.
Meski tidak melanjutkan kepemimpinannya melalui pemilu tahun 1999, jejak B.J. Habibie tetap membekas sebagai tokoh transisi yang membuka jalan bagi lahirnya demokrasi modern di Indonesia. Warisan pemikiran dan pengabdiannya menjadi bagian penting dalam mozaik sejarah nasional.
Penulis : ulan
Sumber Berita : jakarta











