Cepu, 13 September 2024– Panas terik matahari kembali melanda kawasan Cepu, Blora, di mana intensitas sinar matahari sangat tinggi menyebabkan suhu udara meningkat drastis. Fenomena ini berdampak signifikan terhadap kesehatan, pertanian, dan aktivitas sehari-hari warga setempat. Suhu yang mencapai puncaknya selama musim kemarau menuntut perhatian lebih dari semua pihak, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Penduduk Cepu, khususnya petani, pekerja lapangan, dan anak-anak yang sering beraktivitas di luar ruangan, menjadi kelompok yang paling merasakan dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem ini. Dengan suhu udara yang melonjak, risiko dehidrasi, heatstroke, dan gangguan kesehatan lainnya pun meningkat.
Panas terik ini sering kali terjadi selama musim kemarau, yang biasanya berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober. Namun, puncak panas terik biasanya terasa pada pertengahan musim kemarau, di mana sedikitnya awan yang bisa menyaring sinar matahari membuat intensitas panas semakin ekstrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai kawasan dataran rendah, Cepu memang seringkali mengalami suhu tinggi, terutama selama musim kemarau. Posisi geografis dan cuaca yang mendukung juga berkontribusi pada terjadinya panas terik. Selain itu, aktivitas manusia seperti deforestasi dan perubahan iklim turut memperparah kondisi ini, membuat cuaca terasa semakin panas dari waktu ke waktu.
Menghadapi fenomena ini, warga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi air yang cukup, mengenakan pakaian pelindung, dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada puncak panas. Penyesuaian jadwal aktivitas luar ruangan juga dianjurkan untuk meminimalisir dampak buruk dari panas terik matahari ini.
Untuk informasi lebih menarik lainnya, Anda dapat menghubungi kontak melalui nomor WA 088988541968.
Penulis : Halimahtun S.











